Sebuah Tinta Dan Catatan Di Atas Meja

Leave a comment
Kreativitas / Puisi

Ngilu sajak masuk melalui sebuah corong
Melipirkan alirannya ke pundak dinding tebal terbuat dari kaca.

Paru-paru teredam tinta berwarna biru
Nafasku satu-per-satu mulai tenggelam.

Dari luar terlihat antik
Apalagi jika disandingkan dengan catatan bergaris
Oh sangat cantik.

Cermati dengan teliti dan pangkas hingga klimis
Sebuah pena serabut berujung runcing
Mampu menusuk mata siapa saja yang telah lancang memandangnya.

Ilham datang dengan tanda
Seketika itu rongga kepala terasa lembab
Dan lidah yang mulai terasa basah.

Aku mohon, angkat!
Peras dengan tangan kananmu
Kibaskan keduanya dalam sebuah wadah
Sekiranya tidak lagi membasahi taplak meja
Ya. Kamu. Mulailah menulis selayaknya ahli waris.

Setiap perkataan ini kupinjam dari nafasku
Yang kudapat dengan memerasnya sejenak sebelum sempat tenggelam
Demi lepasnya alas kaki sebab rindu merasakan bumi
Demi yang terkoyak oleh ribuan kali kebangkitan
Demi pendakian ini
Janganlah pernah kau sia-siakan.


Figure

Featrued Image. Stack Letters, Letter, Handwriting. Pixabay. Retrieved 30 August 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s