Disfungsi Ereksi pada Penderita Hipertensi

Leave a comment
Meja Kerja / Tulisan Lepas

Keluhan Disfungsi Ereksi (DE) sering terjadi pada pria penderita hipertensi terutama pada usia lanjut. Faktor yang dapat mencetus hal tersebut diantaranya sebagai pertanda adanya gangguan pada vaskular sistemik atau sistemic vascular disease dan efek samping pengobatan antihipertensi. DE sering menjadi pertanda atau merupakan gejala awal penyakit kardiovaskular. Terjadinya hubungan kedua kondisi tersebut terdapat pada endothelium yang tidak berkemampuan memicu dilatasi di penile vascular bed sebagai respon dari sexual excitement. Sedangkan DE yang disebabkan oleh pengobatan antihipertensi sendiri sebenarnya masih dalam tahap diskusi para ahli.[1]

Hipertensi diyakini merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan kardiovaskular dan secara berkala sering dilaporkan sebagai penyebab DE pada pria.[2] TOMHS (The Treatment of Mild Hypertension Study) mendapati bahwa DE sering terjadi antara pasien yang mengkonsumsi obat antihipertensi atau pasien yang memiliki tekanan sistolik diatas 140 mm Hg. Sedangkan pada uji lainnya menolak adanya hubungan tingginya angka kejadian DE diantara penderita hipertensi.[3] Perbedaan itu bisa saja disebabkan oleh karakteristik sampel dan metode diagnosa yang dipergunakan dalam penelitian.[1] Selain itu, Jensen, et al. menemukan bahwa alasan utama DE diantara penderita hipertensi adalah penile circulation disability (89%), kemungkinan akibat dari atherosclerosis.[4]

Hubungan antara DE dan faktor resiko vaskular seperti hipertensi memperkuat hipotesis bahwa disfungsi endothelial berkaitan dengan DE dan penyakit kardiovaskular. Tetapi hubungan antara DE dan hipertensi dapat pula berupa adanya keterlibatan aspek lainnya, seperti interfrensi hemodinamik yang disebabkan oleh obat-obat antihipertensi.[1]

Baumhäkel, et al. dalam penelitiannya menyimpulkan hanya thiazide diuretic dan beta blocker, tidak termasuk nebivolol, dapat mempengaruhi kerja ereksi.[5] Kedua golongan tersebut sering kali diresepkan bagi pasien hipertensi. Jika anda diresepkan obat golongan beta blocker, anda dapat dengan cepat mengindentifikasi obat tersebut jika kandungan obat anda memiliki nama yang berakhiran -lol atau -olol (Atenolol, Bisoprolol Fumarat, Karvedilol, dan Propanolol Hidroklorida). Sedangkan thiazide diuretic biasanya memiliki nama berakhiran -tiazid (klorotiazid dan hidroklorotiazid) walaupun tidak semua berakhiran -tiazid, seperti chlorthalidone, idapamide, dan metolazone sebab memiliki karakteristik kimia yang berbeda.

DE yang dikaitkan dengan beta blocker juga dapat dibiaskan oleh efek psikologis sebab kecendrungan pasien yang sering gelisah terhadap efek samping obat yang menyebabkan DE. Keadaan tersebut tentu membatasi penggunaan pengobatan esensial pasien beresiko tinggi kardiovaskular.[6] Sehingga penelusuran untuk mendapatkan data terbaru mengenai mekanisme terjadinya DE pada hipertensi akan sangat diperlukan.[7] Agar pencetus utama penyebab DE pada pasien hipertensi dapat secara spesifik diketahui; berkaitan dengan mekanisme obat antihipertensinya.

Dalam aspek individu, aktivitas seksual, kualitas kerja ereksi menjadi bagian penting anamnesis sebelum dimulainya penggunaan terapi antihipertensi dan menjadi hal yang sangat bermanfaat untuk tidak lanjutnya. Sehingga jika kerja ereksi termonitor tentunya mempermudah dokter untuk memilihkan obat antihipertensi yang cocok sesuai dengan kondisi pasien.[7] Patut diperhatikan juga bagi pasien penderita diabetes yang memiliki keluhan DE memiliki resiko silent cardiovascular disease.[8] Dengan demikian pasien harus tetap menjelaskan secara detail kepada dokter segala keluhan yang dirasakan, termasuk penyakit lain yang sedang diderita, obat yang dikonsumsi, dan kondisi fisik lainnya. Pasien hipertensi yang mengkonsumsi obat antihipertensi disarankan untuk tidak menghentikan atau menggantikan obatnya begitu saja tanpa saran dari dokter. Sebab tekanan darah pasien hipertensi perlu termanajemen baik agar tidak menimbulkan resiko adanya penyakit lain.


References

[1]: Valter Javaroni and Mario Fritsch Neves, “Erectile Dysfunction and Hypertension: Impact on Cardiovascular Risk and Treatment,” International Journal of Hypertension, vol. 2012, Article ID 627278, 11 pages, 2012. doi:10.1155/2012/627278

[2]: M. Burchardt, T. Burchardt, L. Baer et al., “Hypertension is associated with severe erectile dysfunction,” Journal of Urology, vol. 164, no. 4, pp. 1188–1191, 2000. View at Google Scholar · View at Scopus

[3]: H. F. Newman and H. Marcus, “Erectile dysfunction in diabetes and hypertension,” Urology, vol. 26, no. 2, pp. 135–137, 1985. View at Google Scholar · View at Scopus

[4]: J. Jensen, A. Lendorf, H. Stimpel, J. Frost, H. Ibsen, and P. Rosenkilde, “The prevalence and etiology of impotence in 101 male hypertensive outpatients,” American Journal of Hypertension, vol. 12, no. 3, pp. 271–275, 1999. View at Publisher · View at Google Scholar · View at Scopus

[5]: M. Baumhäkel, N. Schlimmer, M. Kratz, G. Hacket, G. Jackson, and M. Böhm, “Cardiovascular risk, drugs and erectile function—a systematic analysis,” International Journal of Clinical Practice, vol. 65, no. 3, pp. 289–298, 2011. View at Publisher · View at Google Scholar

[6]: A. Silvestri, P. Galetta, E. Cerquetani et al., “Report of erectile dysfunction after therapy with beta-blockers is related to patient knowledge of side effects and is reversed by placebo,” European Heart Journal, vol. 24, no. 21, pp. 1928–1932, 2003. View at Publisher · View at Google Scholar · View at Scopus

[7]: R. Fogari and A. Zoppi, “Effect of antihypertensive agents on quality of life in the elderly,” Drugs and Aging, vol. 21, no. 6, pp. 377–393, 2004. View at Publisher · View at Google Scholar · View at Scopus

[8]: C. Gazzaruso, S. Giordanetti, E. De Amici et al., “Relationship between erectile dysfunction and silent myocardial ischemia in apparently uncomplicated type 2 diabetic patients,” Circulation, vol. 110, no. 1, pp. 22–26, 2004. View at Publisher · View at Google Scholar · View at Scopus

Figure

Featured Image. 2 People Sitting With View of Yellow Flowers During Daytime – Free Stock Photo. Pexels. Retrieved 20 February 2017.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s