Menerka Ulang Konsep Seni Melalui Karya Andy Warhol

Leave a comment
Resensi / Resensi Lainnya

Sebelum dimulai ada baiknya anda memutar video di bawah — video ini pernah saya cantumkan dalam daftar pertanyaan Liebster Challenge, jika anda ingin ikut membahas video ini dalam blog, anda bisa mengaitkannya kepada postingan tersebut.

Apa yang terbesit dibenak anda setelah anda menontonnya? Ya, Andy Warhol memang dikenal dengan karya seni reprodiksinya namun beliau juga menorehkan karya pada banyak media yang berbeda seperti film, photography, painting, printmaking, dan lainnya. Keunikan karya seninya seolah menepis pendirian penikmat seni akan konsep seni yang sebelumnya telah mereka kenal.

Warhol yang disebut sebagai pelopor seniman modern ini lahir pada era industrial dan komersialisasi massal yang memiliki ciri reproduksi, keseragaman, jumlah banyak, instant dan serba cepat. Tidak heran banyak karyanya seperti terinspirasi akan fenomena tersebut. Banyak yang menyangsikan apakah karya beliau dapat dikatakan sebagai seni yang patut dihargai sebab prosesnya yang diluar dari kebiasaan seniman sebelumnya. Namun disitulah sebenarnya titik tolak atau penekanan Warhol akan konsep seni itu sendiri. Studionya saja dinamakan The Factory.

Jika ada setumpukan dus-dus produk pembersih panci atau Brillo Boxes seperti yang pernah Warhol pamerkan di Stable Gallery, New York pada tahun 1964, lalu apakah anda bisa katakan itu sebagai karya seni? Atau jika suatu benda dipindahkan ke tempat tersendiri lalu saya bilang kepada khalayak bahwa itu adalah karya seni, apakah anda akan percaya begitu saja kemudian mau membelinya dengan harga 100x lipat lebih mahal dari harga pasaran pembersih panci itu sendiri?

Figure. Warhol in New York's Stable gallery, 1964, amid the Brillo box sculptures at the centre of the scandal. Photograph: Getty Images

Figure.1 Warhol in New York’s Stable gallery, 1964, amid the Brillo box sculptures at the centre of the scandal. Photograph: Getty Images.

Figure.2 Andy Warhol's Brillo Boxes

Figure.2 Andy Warhol’s Brillo Boxes

Sudah 50 tahun sebelum itu Marcel Duchamp melalui Readymades-nya menyatakan benda sehari-hari sebagai seni, dengan mengarahkan perhatian pengamat pada sifat-sifat barang yang sudah sebelumnya ada di sana namun sering kali tidak diperhatikan. Duchamp membuka mata bagi keindahan khas yang juga dimiliki oleh sesuatu yang bisa saja berupa pengering botol atau urinoar, jika orang mengamatinya hanya sebagai benda, terlepas dari setiap tujuan kegunaannya. Namun Brillo Boxes Warhol tidak lebih indah dibanding sesuatu yang lain. Melalui dus-dus itu seni membebaskan diri dari perbatasan bendawi yang terakhir. Segala sesuatu bisa menjadi karya seni berarti menjelaskan mengenai apa ia. Karena persis di sini letak perbedaan antara karya seni dan benda biasa. Dus-dus pembersih di supermarket tidak berbicara tentang apa pun, namun Brillo Boxes Warhol berbicara tentang dunia di mana kita hidup, tentang diri kita sendiri dan tentang tanggapan kita atas dunia ini.[1]

“What Warhol taught was that there is no way of telling the difference [between art and non-art] merely by looking.  The eye, so prized an aesthetic organ when it was felt that the difference between art and non-art was visible, was philosophically of no use whatever when the differences proved instead to be invisible.” — Arthur Danto.[2]

Agar dapat mengerti suatu karya orang harus mengerti metafora yang melandasinya, jadi bukan hanya maknanya, melainkan juga alasan-alasan mengapa justru diwujudkan dengan cara ini dan bukan dengan cara yang lain.[1]


 

References

[1]: Hauskeller, M. 2015. “Seni-Apa itu?: Posisi Estetika dari Platon sampai Danto”. Yogjakarta: PT Kanisius.

[2]: “Aesthetics: Arthur Danto”. The Warhol:. Retrieved 10 September 2016.

Figures

Featured Image. Paint Art Paint Brush White 8724. Pexels. Retrieved 14 June 2017.

Figure.1 Levy, A; Scott-Clark, C. Warhol’s box of tricks: “Warhol in New York’s Stable gallery, 1964, amid the Brillo box sculptures at the centre of the scandal. Photograph: Getty Images”. The Guardian. 21 August 2010. Retrieved 10 September 2016.

Figure.2 Allen, G. The International Symposium for Andy Warhol’s Brillo Boxes. greg.org: the making of. Retrieved 7 February 2017.

Further Reading

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s