Datang Dan Perginya Cahaya: Potret Kehidupan Bagi Benson

Leave a comment
Resensi / Resensi Lukisan

Frank Weston Benson memang terkenal dengan penerepan pencahayaan pada fisik objek dalam lukisannya. Saat melihat lukisannya, cahaya seolah hadir dari sudut kanvas untuk memberikan efek persepsi kepada pengamat. Kita dapat merasakan menyengatnya matahari, jernihnya bayangan pantul di air, masuknya sinar ke jendela kamar, dan berbagai karakter objek yang ingin disampaikannya sebagai efek yang berasal dari arah datangnya cahaya.

“I follow the light, where it comes from, where it goes” – Frank W. Benson

Portrait of My Daughters 1907 (1)

Seperti banyak pelukis lainnya, Benson sering menjadikan perjalanan hidupnya sebagai potret untuk banyak karya lukisnya. Tentang masa kecilnya, istri, anak-anaknya, dan refleksi perjalanan hidup lainnya. Melalui keterus-terangan, rasa bangga dan kejujuran yang dialirkannya kepada lukisan impressionist miliknya, Benson sangat terbuka menunjukkan sisi kehidupan pribadinya. Banyak dari lukisannya menghadirkan suasana segar, hangat, hening dan tenang. Yang bukannya tidak mungkin, kenikmatan itulah yang sebenarnya ingin Benson bagikan kepada kita.

Lily Pond 1923 (2)

Metode pencahayaan Benson terinspirasi pada karya-karya Johannes Vermeer dan Diego Velazquest. Sedangkan lukisan naturalistnya sangat-sangat dipengaruhi oleh kemolekan karya Claude Monet dan dramatisasi karya Winslow Homer (3).

Calm Morning 1904 (4)

Calm Morning adalah kesan pertama saya terhadap Benson. Awalnya lukisan ini hanyalah memberikan lepasan efek psikologis yang menenangkan, akibat pencahayaan yang terang menyinari tiga orang anak yang sedang memancing di atas perahu kayu di laut tenang. Ditambah lagi adanya kehadiran beberapa perahu lain yang seolah sedang berjaga dari kejauhan. Namun yang mengganjal saya adalah tidak terlihatnya gambaran pulau atau daratan yang jelas pada lukisan tersebut. Jadi, entah apakah perahu mereka sedang menghadap ke hamparan luas laut lepas, atau menghadap ke daratan.

Matahari terbit dari timur melatar belakangi anak kecil laki-laki yang sedang menghadap ke barat. Jika diperhatikan dari penerangan cahaya yang sampai di wajah anak tersebut artinya cahaya matahari saat itu berada di dekat kepala mereka, sehingga pagi itu (seperti yang disebutkan pada judul lukisan) bisa jadi sekitar jam 10 pagi. Dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya gambar matahari terbit di horizon dan bentuk bayangan perahu yang menunjukkan arah datangnya cahaya sekaligus tingginya matahari.

Hadapan ke barat seperti arah mengejar matahari adalah perumpamaan tentang masa depan dan cita-cita. Jika memang benar seperti itu, seharusnya anak tersebut sekarang sedang menghadap ke laut lepas. Kenaifan seorang anak terlukis dari permukaan lautnya yang tenang seolah tidak terdapatnya angin dari segala penjuru. Kemudian selayaknya orang tua yang selalu berjaga dari belakang, ada banyak perahu mengepungi mereka seolah melindungi.

Lukisan ini sangat cocok ditempatkan di ruang kerja dengan pencahayaan ruang yang tidak terlalu berlimpah, sebab lukisan ini sudah menghadirkan cukup banyak cahaya ke seluruh ruang. Ditambah lagi, apa yang lebih memotifasi kita jika dibandingkan dengan kenangan masa kecil dan cita-cita dikala itu.

Sumber: 1, 2, 3, 4.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s