Buku Ringkas Tentang Seni Karya Michael Hauskeller

Leave a comment
Resensi / Resensi Buku

Yang menarik dari buku ini selain desain cover sederhana berwarna merah dan hitam adalah jumlah halaman yang tipis dan ukurannya yang kecil. Sehingga kesan pertama saat memengang buku ini langsung mengingatkan saya pada buku saku yang saya jadikan pedoman dimasa ketika harus membuat simpul pramuka 15 tahun yang lalu. Ya ya saya memang melebih-lebihkan….

buku seni apa itu

Biarpun kecil dan tipis tetap saja ini adalah buku filsafat. Sebagai pemula, saya butuh banyak minum air putih saat membaca buku ini, malahan jika perlu pakai es batu. Pernah di sela-sela kejenuhan, tiba-tiba saya membayangkan cemilan pedas. Alasannya untuk menstimulus otak agar tetap dalam posisi on. Maklum, bacaan berat membuat kantuk cepat datang. Entah dari mana datangnya nalar bahwa cemilan pedas membuat perhatian menjadi lebih fokus atau malah karena saya yang lapar.

Beruntung saya menemukan buku ini, karena sampai saya menulis review ini, saya tidak menemukan versi kindle-nya. Sehingga memang sudah sepatutnya saya langsung membelinya di toko buku.

Buku karangan Michael Hauskeller yang berjudul asli berbahasa Jerman: Was is Kunst? (1998) ini terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia pada tahun 2015 (1, 2). Tidak mudah menemukan buku filsafat terjemahan — khususnya terjemahan Indonesia. Bagi filsafat, bahasa merupakan media yang sangat penting dan melekat yang bersumber dari penulis kepada karyanya. Sehingga butuh waktu dan persiapan yang menyita untuk dapat menerjemahkan karya-karya besar seorang filusuf sehingga pengertiannya sesuai dengan maksud yang sebenarnya.

Saya menikmati gaya penulisan kolaborasi dua penerjemah Satya Graha dan Monika J. Wizemann ini. Sebagai orang yang berlatar belakang science, saya banyak menemukan padanan kata baru yang tidak pernah saya temukan di teks-teks buku farmasi manapun. Ya iyalah ya.

Hauskeller menyusun buku ini dalam bentuk perjalanan waktu. Seperti anak judul buku ini, ia mengawali penulisan berdasarkan pengertian seni dari Platon sampai dengan Danto. Sehingga memudahkan kita berpindah dari masa ke masa menembus cakrawala waktu yang akhirnya sampai pada zaman kita ini. Dari perjalanan waktu itulah kita dapat mengerti pemahaman seni disetiap eranya, sehingga sejarah dikemukakan dalam filsafat yang menuntun pemahaman kita akan perkembangan seni itu sendiri.

Mengerti seni berarti mengerti tentang ada. Buku ini baik untuk perefleksian si pencari kebenaran.

Sumber: 1, 2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s