Akhirnya Organisasi Melegalkan Kami

Leave a comment
Meja Kerja / Profesi Apoteker / Seputar Pekerjaan / Update Status

Hayo siapa lagi apoteker yang belum disertifikasi? Akhir tahun ini seluruh apoteker di Bandar Lampung yang masa sertifikat kompetensinya telah habis buru-buru mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Termasuk saya yang juga ketakutan kalau nantinya bermasalah jika tidak diakui kompetensinya oleh organisasi. Tanggal 30 November – 1 Desember 2013 kemarin Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengadakan acara Work Shop dan Sertifikasi Kompetensi Profesi bertemakan “Patofisiologi dan Penatalaksanaan Terapi Asma”. Hari pertama kami duduk manis mendengarkan pemaparan dari narasumber dan sponsor. Hari kedua ujian dengan sistem ketok. Acara bertempat di Hotel Novotel Bandar Lampung. Dengan biaya keseluruhan yang harus dikeluarkan masing-masing peserta yaitu sebesar 1,5 juta rupiah.

Sertifikasi model satu kasus seperti ini adalah yang terkahir dilakukan. Kedepannya sertifikasi akan mengujikan 10 macam penyakit terbesar di Indonesia. Model seperti itu jugalah yang nantinya akan digunakan pada sekolah-sekolah farmasi untuk meluluskan calon apotekernya. Agar begitu lulus program profesi, apoteker baru tersebut tidak perlu mensertifikasikan kembali di luar kampusnya dan dapat langsung praktek.

Setelah apoteker melakukan sertifikasi, berikutnya tidak perlu melakukan bentuk ujian seperti itu lagi, melainkan melakukan yang namanya re-sertifikasi dengan cara mengumpulkan poin SKP (5 tahun kedepan 150 SKP). Poin SKP didapatkan dengan melakukan beberapa kegiatan yang harus diikuti. Kegiatan tersebut terbagi menjadi beberapa domain, yaitu :

  1. Kinerja Praktik Profesi
  2. Kinerja Pembelajaran
  3. Kinerja Pengabdian
  4. Kinerja Publikasi Ilmiah/Populer
  5. Kinerja Pengembangan Ilmu

Nomer 4 dan 5 bisa dijadikan satu. Lima domain diatas memiliki poin-poin tersendiri. Khusus untuk poin yang didapatkan dari Kinerja Pembelajaran misalnya, biaya untuk 1 SKP rata-rata 100 ribu rupiah pada setiap seminar. Jadi bagi apoteker yang apoteknya sepi pengunjung, sebaikanya berusahalah bagaimana caranya mengumpulkan banyak pelanggan agar tetap bisa praktek, ehem! (minum dulu).

Kembali ke ujian kemarin. Saya sendiri sebenarnya lumayan tegang karena ini ujian sertifikasi pertama saya di luar kampus dan belum tahu seperti apa bentuk ujiannya. Lima tahun yang lalu saya otomatis telah disertifikasi oleh kampus (baru lulus profesi). Di acara kemarin untungnya pihak assesor dari IAI pusat menerangkan bentuk ujian sehari sebelum ujian dilangsungkan. Ternyata bentuk ujiannya lebih menitik beratkan kepada teknis pengerjaan pada farmasi komunitas. Keuntungan bagi apoteker yang bekerja di apotek atau rumah sakit, sedangkan apoteker yang terjun di bidang pengajaran, distribusi dan industri pastilah banyak lupa bagaimana menuliskan copy resep, hehehe…

Disediakan 5 kursi. Setiap 10 menit kami harus pindah meja dengan kasus yang berbeda. Di meja terakhir kami harus melakukan konseling. Berhubung obat asma, pastilah bagaimana cara penggunaan inhaler harus dikuasai. Ada 10 orang yang mendapatakan pengarahan karena nilai mereka yang tidak mencukupi standar. Dari pengalaman kemarin, saya harus memberikan salut kepada senior-senior kami yang semuanya lulus langsung padahal diantara mereka ada yang sudah berumur 70 tahun. Bayangkan, harus mengerjakan tugas yang cukup banyak pada malam hari, sedangkan paginya sudah harus ujian dan kaget-kagetan dengan bunyi TOK TOK TOK dari assesor untuk pindah meja. Salut buat semangatnya. Dan semoga kedepannya mereka bisa mencukupi poin SKP sebagai syarat re-sertifikasi agar tetap bisa melakukan praktek untuk mengisi kegiatan mereka di hari tua, bagi yang masih mampu tentunya. Salut.

Apoteker pendahulu di Bandar Lampung, tapi sayang sekali di foto ini tidak ada pak Zulfikar.

Apoteker pendahulu di Bandar Lampung, tapi sayang sekali di foto ini tidak ada pak Zulfikar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s