Penikmat Musik Terus Memutar di Tengah Pasang Surut Perjalanan Pelakunya

Leave a comment
Resensi / Resensi Teknologi

Banyak pilihan cara mendengarkan musik. Mulai dengan cara tradisional melalui live music, radio fm/am ataupun menggunakan vinyl/cassette/cd yang dapat diputar menggunakan playernya masing-masing, sampai dengan format mp3 yang saat ini masih kita nikmati, podcast dan internet radio. Mendengarkan musik merupakan aktivitas spiritual seperti berdoa. Kendati demikian dalam musik materi yang dapat disampaikan tidak terbatas, memiliki unsur kebebasan didalamnya dan tidak dibatasi oleh aturan. Musik dikatakan bahasa universal. Selain dapat dinikmati tanpa harus tahu arti liriknya, musik mempunyai kekuatan menggerakkan sebagai media bercerita.

Windows 3.11 adalah sistem operasi komputer pertama saya saat masih berumur sekitar 11 tahun. Entah karena pada saat itu saya masih terlalu kecil untuk mengerti, bagi saya windows 3.11 merupakan sistem operasi yang utamanya digunakan sebagai alat bantu dalam bekerja, sehingga kebebasan dalam mendengarkan musik masih terbatas. Tetapi tidak lama kemudian, windows 98 diperkenalkan dan windows media player adalah persinggahan pertama bagi penikmat musik. Windows media player pada awalnya merupakan CD music player. Tetapi karena saat itu  kepingan CD music berharga relatif mahal, jadi saya lebih memilih mendengarkan musik menggunakan kaset agar lebih banyak album yang dapat saya beli. Tahun 1999/2000, saya menggunakan windows 2000 dan windows me, windows media player-pun semakin sering digunakan dengan lahirnya format mp3 dan dikenalnya internet radio. Namun pada saat itu koneksi internet sangat lambat dan mahal, sehingga tidak semua orang dapat menikmati internet radio. Bayangkan saja, untuk melihat video clip berdurasi kurang lebih 7 menit saya harus menunggu hampir sepuluh jam untuk dapat melihatnya secara keseluruhan, dan jangan ditanya berapa tagihan telpon yang harus orang tua saya bayar saat itu (nangis). Nah, setelah melihat kebelakang, bayangkan perkembangannya sekarang. Penikmat musik semakin dimanjakan. Terlebih lagi, kemudahan akses internet di negara kita sudah semakin baik dan terus berkembang.

Di era social media, penciptaan alat bantu untuk melengkapi kebutuhan dasar manusia akan berkomunikasi bersaing. Berbagai perangkat tersebut kemudian menjadi suatu alat personal yang dapat disesuaikan dengan kepribadian penggunanya. Setiap aktivitas yang kita lakukan dapat dengan mudah di-share kepada teman-teman kita, begitu juga dalam mendengarkan musik. Mungkin sebagian dari kita banyak yang menggunakan social media Path untuk sharing? Soundcloud sebagai social medianya podcast/audio recorder? atau mendengarkan musik melalui akses internet radio (sistem self DJ) ke Grooveshark, Last.fm, Spotify. Ada juga we7 dan ex.fm, tetapi keduanya memiliki populasi pengguna yang lebih kecil berkaitan dengan pilihan konsep yang ditawarkannya, misalnya ex.fm digunakan untuk mencari lagu-lagu baru atau artis-artis dari indie music labels yang belum pernah kita dengar sebelumya sebagai salah satu cara kita untuk membuka cakrawala musik baru. Sayangnya di negara kita  website-website tersebut dibatasi aksesnya (kecuali Grooveshark dan Last.fm). Misalnya saja iTunes yang pada akhirnya membuka akses mereka baru-baru ini agar masyarakat kita dapat membeli aplikasi produknya dengan bebas, sebagai dampak popolasi pengguna produk apple yang meningkat di Indonesia. Karena keterbatasan akses itu pulalah kita tidak dapat dengan mudah bergabung menjadi member Spotify dan Rdio yang lagi booming di negara maju. Dalam satu artikel malah disebutkan bahwa Rdio merupakan “The Best Streaming Radio” berdasarkan populasi pengkategorian similar artis yang mendekati sempurna — baca.

Salah satu radio favorit saya adalah KCRW, yaitu suatu komunitas stasiun radio berlokalisasi di LA yang memiliki stasiun channels dengan 3 pilihan warna; an eclectic mix of music, news, information and cultural programming. Entah kenapa sepertinya warna musik yang disajikan sesuai dengan usia saya, mereka bekerja sama dengan statiun berita terkemuka dunia, dan menyajikan live streaming talk show berunsur budaya dan juga berita terkini. Selera musik radio ini merupakan pilihan dari DJ’s yang profilnya ditampilkan secara gamblang pada front page dalam websitenya. Masing-masing DJ menentukan musik apa ayang akan dia mainkan saat itu sesuai dengan tema yang dbawanya. Kelebihan lain adalah sistem pengarsipannya melalui podcast. Anda terlewatkan satu talk show penting? tinggal download dan dengarkan. Di iTunes, KCRW mudah ditemukan pada segmen “electric” dan “news”. Dan asiknya, jika anda memilih untuk mendengarkan KCRW ELECTIC24 – all music channel, akan tampil nama artis dan judul lagunya pada kolom keterangan bagian atas dekat logo apple di iTunes (saya belum pernah mencoba dengan player lain). Kembali ke Indonesia. Saat ini stasiun radio lokal juga sudah banyak dapat diakses melalui streaming di internet, dan mudah-mudahan bisa sekeren konsep-kosep radio di negara maju.

Mendengarkan musik dan nonton film merupakan hiburan yang menjadi pilihan sejak lama. Kegiatan seperti membeli CD music dan DVD film kini berada diujung masa. Rasanya seperti terulang lagi, euforia saat baru lahirnya format mp3 yang merubah cara kita mendengarkan musik tiada henti (150 lagu dalam 1 keping CD). Kini semua tersimpan di awan, sistem Cloud. Menikmati film dengan Netflix dan Hulu, mendengarkan musik dengan pilihan-pilihan seperti yang saya jelaskan di atas, bahkan membaca buku pun menjadi berbeda dengan ebook dan audiobook. Cloud sepertinya berpihak pada radio. Stasiun radio mungkin saja sedang bertransformasi, menjadi personal radio station misalnya. Peluang bisnis pun beralih arus. Industri musik yang pasang surut terus mencari jalan. Satu jalan tertutup, seribu pintu terbuka. Di Indonesia lahir Ohdio. Kemudian perangkat Sonos berprospek menjadi pioner pada kelas wireless home music systems. Evolusi. Pergerakan terus berjalan. Kesempurnaan dicita-citakan.


Figure

Featured Image. Black Record Vinyl. Pexels. Retrieved 14 June 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s