Aral

Leave a comment
Kreativitas / Puisi

Tuan pemilik jam pasir mengaduk butiran asa
Angin kutub seketika enggan berbisik
Arus liar berhenti menari,
kemudian diam dan berbaris
//
Saat itu waktu yang kita kenal, terpintal dalam fragmen
Dan sebuah magnet besar spontan menarik keliaran galaksi
Menyusunnya dalam matriks-matriks raksasa
Menghimpit pemindai aral yang sedang melukis di atas busur nyawa
//
Grafit dingin dan lemur dalam relung, menghantar syair yang gaib
Meniupkan roh pada api yang padam
Wahai Yang Maha Agung, Engakulah pemilik segala kemustalihan
Pemilik irama yang melepaskan aku dari kabut tak berjeda
Menidurkan aku saat biusMu menyusuri rumitnya anak sungai yang bercabang-cabang
Menebalkan pembuluh darahku agar kristal tajam sekalipun tak dapat merobeknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s