Begitu Saja

Leave a comment
Kreativitas / Puisi

Lentera menyala riang,
tanpa sambutku dia bertahan
awalnya tergopoh-gopoh aku membawanya,
tapi waktu mengajari
hingga sinarnya tak lagi menyebar
//
Lentera kini meredup,
dan aku kehilangan
saat bumi tidur dalam selimut lagitnya
aku membeku
//
Tak pernah terpikir olehku
dirinya terlalu tua
sulut api yang selalu ku berikan
ternyata untuku juga…
dan nyala itupun mati dalam awasku

(14/03/05)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s