Sebuah Tinta Dan Catatan Di Atas Meja

Leave a comment
Kreativitas / Puisi

Ngilu sajak masuk melalui sebuah corong
Melipirkan alirannya ke pundak dinding tebal terbuat dari kaca.

Paru-paru teredam tinta berwarna biru
Nafasku satu-per-satu mulai tenggelam.

Dari luar terlihat antik
Apalagi jika disandingkan dengan catatan bergaris
Oh sangat cantik.

Cermati dengan teliti dan pangkas hingga klimis
Sebuah pena serabut berujung runcing
Mampu menusuk mata siapa saja yang telah lancang memandangnya.

Ilham datang dengan tanda
Seketika itu rongga kepala terasa lembab
Dan lidah yang mulai terasa basah.

Aku mohon, angkat!
Peras dengan tangan kananmu
Kibaskan keduanya dalam sebuah wadah
Sekiranya tidak lagi membasahi taplak meja
Ya. Kamu. Mulailah menulis selayaknya ahli waris.

Setiap perkataan ini kupinjam dari nafasku
Yang kudapat dengan memerasnya sejenak sebelum sempat tenggelam
Demi lepasnya alas kaki sebab rindu merasakan bumi
Demi yang terkoyak oleh ribuan kali kebangkitan
Demi pendakian ini
Janganlah pernah kau sia-siakan.

Read More

Advertisements

Kehendak Menuju Langit

Leave a comment
Resensi / Resensi Buku

Kutipan kalimat ini adalah ungkapan bahasa manusia, dimana sesungguhnya manusia mengetahui sangat sedikit dari ilmu Allah;

“Wahai hamba-Ku, tanpamu niscaya takkan ada suluk dan perjalan (roh), takkan ada benda dan jejaknya, tidak akan ada kata sampai maupun kembali, takkan ada penyingkapan maupun memuliakan, tidak ada tempat ataupun menempatkan, tidak ada hal maupun pemberian warna, tidak ada kata mencicipi ataupun meneguk, tidak ada kulit maupun isi, tidak ada kata hamba maupun Tuhan, tidak ada kepergian jiwa dan ke-fana-annya, tidak ada jiwa, tidak ada keagungan dan kelembutan, tidak ada nafas maupun nyala api, tidak ada kuda maupun bunyi bel, tidak ada sayap maupun ruang-ruang, tidak ada angin maupun tempat persinggahan, tidak ada istilah mi’raj (naik ke langit) maupun turun ke bumi, tidak ada penampakan (tajali) maupun manghiasi diri (takhalli), tidak ada kemurahan maupun wujud, tidak ada pujian maupun yang dipuji, tidak ada kata mendekat ataupun mendaki, tidak ada kata menghampiri maupun perjumpaan, tidak ada kehinaan maupun kelembutan, tidak ada tabir maupun pengecualian, tidak ada kata bagaimana dan di mana, tidak ada kata pembelahan dan keterberaian, tidak ada kata akhir maupun stempel, tidak ada wahyu maupun firman, tidak ada kilatan maupun gelegar, tidak ada keutuhan maupun parsialitas, tidak ada jeritan maupun mendengarkan,
tidak ada kelezatan maupun mencari kenikmatan, tidak ada kata melepas dan menanggalkan, tidak ada kata kejujuran maupun keyakinan, tidak ada kata terang maupun samar, tidak ada cermin maupun cahaya, tidak ada kata terbit ataupun muncul, bentuk tidak akan tampak pada sifat, ketersambungan maupun keterpisahan tidak akan nampak, Arsy tidak akan ada, permadani tidak akan dihamparkan, awan tidak akan disingkap, ishthilam tidak akan membakar dahsyat, baqa’ maupun fana tidak akan terjadi, penarikan ataupun pemberian tidak akan ada, dan rahasia-rahasia yang lain tidak akan pernah ada. Cahaya tidak akan memancar pada pagar-pagar, samudra penciptaan tidak akan mengalir ke tahapan-tahapan.”

— Ibnu Arabi

Tulisan kali ini bukanlah ulasan penuh buku “Mendaki Tangga Langit” yang ditulis oleh Ibnu Arabi. Sebab saat ini saya masih dalam proses membacanya. Akan selesai Insya Allah sekitar 30 halaman lagi. Maka dari itu kali ini saya hanya akan menulis mengenai apa yang terbesit dibenak saya saat sampai pada sebuah paragraf yang saya temukan di halamanan 169 buku terbitan INDeS Publishing ini. Read More

Menggambil Gambar dari Bandara Seppingan, Balikpapan

Leave a comment
Foto / Update Status

Untuk pertama kalinya saya sampai di Balikpapan pada akhir Maret kemarin. Setelah memenuhi panggilan dari Institut Teknologi Kalimantan saya tidak bisa berlama-lama hingga tidak sempat mengitari kota Balikpapan. Namun dalam perjalanan pulang saya menyempatkan diri menggambil gambar bandaranya yang sangat terkenal itu, Bandara Seppingan atau sekarang kita kenal dengan nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.